Teori Media dan Teori Sosial: Sebuah Review

Couldry (2012) melalui karyanya Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice, menjelaskan bahwa tidak ada pemisahan antara teori media di satu sisi dan teori sosial di sisi lain. Kritik terhadap teori media yang cenderung bersifat mediasentris, maupun kritik terhadap teori sosial yang belum menempatkan media sebagai perhatian analitis menjadi catatan-catatan penting yang ditekankan oleh Couldry. Lebih lanjut Couldry mengingatkan bahwa media secara terminologi lebih sempit daripada komunikasi, tetapi berbicara media bukan hanya berbicara sekedar as a tolls (medium) dengan beranggapan yang disebut media seperti media tradisional: surat kabar, radio, televisi atau film. Konseptualisasi pemaknaan atas media harus lebih luas, Couldry (2012) menjabarkan bahwa yang dimaksudkan media adalah semua struktur, bentuk, format, dan antarmuka (interface) atau platform yang dilembagakan untuk menyebarkan konten simbolik. Implikasi dari pemahaman atas media yang lebih holistik, menempatkan media sebagai infratruktur sosial dalam melihat realitas yang terjadi termasuk relasi dengan kekuasaan yang tidak bisa terhindarkan.  

Continue reading “Teori Media dan Teori Sosial: Sebuah Review”