Teori Media dan Praktik: Sebuah Review atas Tulisan Theorising Media as Practice (Nick Couldry) dan Digital Ethnography: Principles and Practice (Sarah Pink dkk) Oleh: Verdy Firmantoro

Gagasan Nick Couldry yang menempatkan teori media sebagai praktik memberi alternatif sebagai paradigma baru dalam riset media. Perdebatan klasik yang melibatkan tradisi administratif research yang sarat eksperimental ala Amerika Serikat melawan tradisi kritis yang menekankan aspek ekonomi politik ala Eropa, masih melihat media hanya sebagai teks atau struktur produksi. Kritik Nick Couldry dengan membawa perspektif yang mendekatkan media pada praktik keseharian, kompleksitas budaya masyarakat memungkinkan teori media keluar dari model mekanistis berbasis media effect, menuju perspektif ritual berbasis pemaknaan bersama yang mengarah ke habitual action dengan meminjam konsepsi yang ada dalam Sosiologi. Kelemahan-kelemahan teori media yang memahami media hanya sebagai teks atau struktur produksi, di antaranya: kesulitan memotret realitas sosial yang lebih utuh terkait dengan penggunaan produk media, pengaruh semiotika membatasi ruang gerak riset media yang selalu dikondisikan untuk melihat hubungan orang dengan teks (Couldry, 2004, h. 118-19). Sementara, perspektif media sebagai praktik, berusaha menjawab tantangan teoritis tersebut dengan riset media tidak dimulai dengan teks media atau institusi media, melainkan dari praktik yang bukan dalam perspektif sempit terkait hanya praktik khalayak, tetapi segala praktik yang beorientasi pada media dengan berbagai kompleksitas dan keterbukaannya dengan melibatkan situasi dan konteksnya (Couldry, 2004, h. 119).

Continue reading “Teori Media dan Praktik: Sebuah Review atas Tulisan Theorising Media as Practice (Nick Couldry) dan Digital Ethnography: Principles and Practice (Sarah Pink dkk) Oleh: Verdy Firmantoro”