Review SAP 2 Sampai 6 (Seminar Perspektif dan Teori Media)

Verdy Firmantoro

Merujuk pada bahan bacaan yang ditelaah dari SAP awal sampai pertengahan semester ini, dengan mengelaborasi beberapa pandangan inti dari sumber bacaan, rumusan penelitian saya sebagai berikut: Mengeksplorasi dan membongkar penggunaan jurnal terindeks scopus menjadi sarana pembeda (distingsi) kelas sosial bagi akademisi di Indonesia. Dengan melihat dari praktik-praktik keseharian yang dilakukan oleh para akademisi di Indonesia, seperti obsesi citation selfie yang berlebihan untuk mencapai h-index, kemitraan pengelola jurnal dengan pihak scopus yang memberikan garansi terbit dengan membayar sejumlah anggaran tertentu, pengukuran bibliometric dan mengejar promosi jabatan atau insentif hasil publikasi serta berbagai pelanggaran etika publikasi ilmiah lain yang menempatkan produksi jurnal tidak lagi sebagai sarana transfer pengetahuan melainkan memosisikan jurnal sebagai komoditas yang dikontrol oleh rezim industri. Setiap akademisi dituntut menerbitkan artikelnya di jurnal terindeks scopus. Konteks tersebut yang merefleksikan habitus para akademisi serta sejauhmana kepemilikan kapital (seperti budaya, ekonomi, simbolik, digital) guna mendukung pertarungan dalam arena “perindustrian jurnal”. Lebih lanjut, produksi dan konsumsi jurnal dalam ruang akademik dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan kunci seperti keadilan, kekuasaan dan kesetaraan yang dilihat melalui pendekatan ekonomi politik dengan melihat perubahan budaya termasuk sejarah pengetahuan di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *