Teori Media dan Konsumsi

Review oleh: Verdy Firmantoro

Berangkat dari karya Bourdieu dalam edisi bahasa Perancis yang ditulis tahun 1979 dengan judul La distinction: Critique sociale du jugementkemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Richard Nice tahun 1984 dengan judul Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste menguraikan bahwa terdapat relasi antara selera artistik di satu sisi dan posisi sosial di sisi lain. Selera bukanlah suatu hal given atau opsional dan bebas nilai, melainkan sebagai sesuatu yang dibentuk atau hasil dari konstruksi sosial. Justifikasi atas selera ini yang mengarahkan dan menentukan strata sosial atau apa yang disebut oleh Bourdieu sebagai “the mode of appropriation that is considered legitimate” (Bourdieu, 1984, h. 1).

Continue reading “Teori Media dan Konsumsi”

Teori Media dan Teori Sosial: Sebuah Review

Couldry (2012) melalui karyanya Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice, menjelaskan bahwa tidak ada pemisahan antara teori media di satu sisi dan teori sosial di sisi lain. Kritik terhadap teori media yang cenderung bersifat mediasentris, maupun kritik terhadap teori sosial yang belum menempatkan media sebagai perhatian analitis menjadi catatan-catatan penting yang ditekankan oleh Couldry. Lebih lanjut Couldry mengingatkan bahwa media secara terminologi lebih sempit daripada komunikasi, tetapi berbicara media bukan hanya berbicara sekedar as a tolls (medium) dengan beranggapan yang disebut media seperti media tradisional: surat kabar, radio, televisi atau film. Konseptualisasi pemaknaan atas media harus lebih luas, Couldry (2012) menjabarkan bahwa yang dimaksudkan media adalah semua struktur, bentuk, format, dan antarmuka (interface) atau platform yang dilembagakan untuk menyebarkan konten simbolik. Implikasi dari pemahaman atas media yang lebih holistik, menempatkan media sebagai infratruktur sosial dalam melihat realitas yang terjadi termasuk relasi dengan kekuasaan yang tidak bisa terhindarkan.  

Continue reading “Teori Media dan Teori Sosial: Sebuah Review”

Teori Media, Praktik dan Sistem Sosial: Sebuah Analisis Praktik dalam Sistem Sosial dan Keseharian dari Perspektif Komunikasi Oleh: Verdy Firmantoro

Sumbangan pemikiran Bourdieu terhadap komunikasi terutama berkaitan dengan budaya kontemporer dan masyarakat terletak pada konsep-konsep yang diproduksinya, seperti habitus, struktur, kapital, kekuasaan juga arena (Bourdeu, 1977). Habitus sebagai proses interaksional yang mencipta konstruk pemahaman tertentu dan bersifat kuat atau cenderung melekat. Sementara kapital merupakan sumber daya yang memungkinkan pengaksesan peluang-peluang tertentu, misalnya kapital budaya, kapital sosial, kapital simbolik, kapital digital, kapital ekonomi, dll. Arena dapat diartikan sebagai medan pertarungan yang melibatkan akumulasi habitus dan kapital. Bourdieu menempatkan setiap konsep seperti, habitus, struktur, kapital saling terhubung satu sama lain.

Continue reading “Teori Media, Praktik dan Sistem Sosial: Sebuah Analisis Praktik dalam Sistem Sosial dan Keseharian dari Perspektif Komunikasi Oleh: Verdy Firmantoro”

Teori Media dan Praktik: Sebuah Review atas Tulisan Theorising Media as Practice (Nick Couldry) dan Digital Ethnography: Principles and Practice (Sarah Pink dkk) Oleh: Verdy Firmantoro

Gagasan Nick Couldry yang menempatkan teori media sebagai praktik memberi alternatif sebagai paradigma baru dalam riset media. Perdebatan klasik yang melibatkan tradisi administratif research yang sarat eksperimental ala Amerika Serikat melawan tradisi kritis yang menekankan aspek ekonomi politik ala Eropa, masih melihat media hanya sebagai teks atau struktur produksi. Kritik Nick Couldry dengan membawa perspektif yang mendekatkan media pada praktik keseharian, kompleksitas budaya masyarakat memungkinkan teori media keluar dari model mekanistis berbasis media effect, menuju perspektif ritual berbasis pemaknaan bersama yang mengarah ke habitual action dengan meminjam konsepsi yang ada dalam Sosiologi. Kelemahan-kelemahan teori media yang memahami media hanya sebagai teks atau struktur produksi, di antaranya: kesulitan memotret realitas sosial yang lebih utuh terkait dengan penggunaan produk media, pengaruh semiotika membatasi ruang gerak riset media yang selalu dikondisikan untuk melihat hubungan orang dengan teks (Couldry, 2004, h. 118-19). Sementara, perspektif media sebagai praktik, berusaha menjawab tantangan teoritis tersebut dengan riset media tidak dimulai dengan teks media atau institusi media, melainkan dari praktik yang bukan dalam perspektif sempit terkait hanya praktik khalayak, tetapi segala praktik yang beorientasi pada media dengan berbagai kompleksitas dan keterbukaannya dengan melibatkan situasi dan konteksnya (Couldry, 2004, h. 119).

Continue reading “Teori Media dan Praktik: Sebuah Review atas Tulisan Theorising Media as Practice (Nick Couldry) dan Digital Ethnography: Principles and Practice (Sarah Pink dkk) Oleh: Verdy Firmantoro”